A password will be e-mailed to you.

“Umurku telah mencapai 40 tahun dan selama 8 tahun aku sudah menjadi orang tua bagi anak-anakku.”

Itulah jawaban Richard Linklater ketika ia ditanya alasan yang melatarbelakanginya menggarap sebuah film yang memerlukan masa produksi selama kurang-lebih 12 tahun, Boyhood. Film ini merupakan salah satu nominasi film terbaik Oscar tahun 2015. Segala perasaan yang muncul dalam hidup Linklater ketika ia membesarkan anaknya—kesedihan, keindahan, rasa sayang dan cinta-kasih, hingga melihat anaknya tumbuh dan bersekolah—seiring berjalannya waktu adalah hal yang ingin ia visualisasikan dalam bentuk film melalui Boyhood.

Bersama Ellar Coltrane, Patricia Arquette, aktor “langganannya” Ethan Dawke, dan Lorelei Linklater yang tak lain adalah anak perempuannya sendiri, Linklater memulai perjalanan panjang memproduksi sebuah film drama realis yang begitu hangat serta penuh dengan romantisme hidup dan nilai-nilai humanisme.

Boyhood adalah sebuah film yang menceritakan perjalanan hidup Mason (Ellar Coltrane) sejak ia kecil hingga dewasa. Sepanjang film, kita disuguhkan dengan kepolosan dan kelucuan Mason ketika kecil yang sering bertengkar dengan kakaknya (Samantha, diperankan Lorelei Linklater), masa ketika ia tumbuh menjadi remaja dan bersekolah, hingga ketika ia menjadi seorang lelaki dewasa yang mulai mengenal cinta, alkohol, dan marijuana. Mason menjalani hidupnya yang penuh dengan permasalahan keluarga sekaligus kasih sayang bersama ibunya, Olivia (diperankan oleh Patricia Arquette) dan Samantha.

Sejak Mason berumur 6 tahun hingga berhasil masuk ke sebuah perguruan tinggi di bidang fotografi, Olivia telah kawin-cerai sebanyak tiga kali—hal yang justru ia lakukan demi memenuhi kebutuhan keluarga dan meliputi anak-anaknya dengan kasih sayang. Di tengah kerumitan konflik keluarga dan pertengkaran Olivia dengan suami-suaminya, Mason dan Samantha tetap mampu menjalani kehidupan mereka yang indah dengan Tommy (Ethan Dawke), ayah kandung mereka. Tommy sering menghampiri Mason dan Samantha kecil di rumah mereka pada akhir minggu untuk mengajak mereka pergi melihat pertandingan American football, bermain bowling, makan bersama, bahkan melibatkan mereka dalam suatu kampanye politik terhadap Obama, sambil sesekali membicarakan kehidupan Olivia dengan suami barunya yang penuh dengan konflik.

Kondisi iklim hubungan antaranggota keluarga yang transaksional dan penuh ketegangan tidak membuat Mason dan Samantha tampak sebagai anak kecil dengan militansi yang rendah; melalui kepolosan dan ketidakdewasaan yang mereka miliki, mereka justru mampu menikmati kehidupan masa kecil dengan bahagia: sebuah kondisi sosio-psikologis anak kecil yang secara tepat berhasil digambarkan oleh Linklater.

Masa produksi yang membutuhkan waktu selama 12 tahun mengharuskan film ini mampu mengikuti perkembangan zaman melalui penampilan tren budaya dan kondisi sosio-politik Amerika dalam film, serta perkembangan hidup Mason seiring berjalannya waktu. Mau tidak mau, Boyhood harus menjadi sebuah film yang secara representatif mendefinisikan suatu era, dan Linklater berhasil melakukan hal ini.

Dengan sederhana, hal itu dicapai Linklater dalam film dengan cara menunjukkan adegan ketika Mason kecil memainkan game di sebuah komputer Apple generasi pertama, dan ketika tumbuh remaja, ia melihat berita berlangsungnya perang di Irak sekaligus mendapat perintah dari ayahnya untuk memasang plang berisi dukungan politik terhadap Obama. Hal inilah yang menjadi salah satu kelebihan Boyhood dibading film-film lain, hingga film ini berhasil mencapai metacritic ranking senilai 100%—sebuah pencapaian metacritic tertinggi dalam satu abad terakhir.

Melalui Boyhood, Linklater hendak menjelaskan kepada kita bahwa perjalanan hidup manusia tidak melulu harus penuh dengan ambisi dan pencapaian-pencapaian. Masa kecil yang penuh dengan permainan dan konflik keluarga, kenakalan di masa remaja, hingga waktu ketika beranjak dewasa telah membentuk kepribadian Mason sebagai seorang manusia yang utuh dalam menjalani hidup, dan hal itu dapat kita kontekstualisasikan terhadap kehidupan kita masing-masing sebagai individu.

Facebook Comments